Kegiatan pembelajaran dilakukan secara in door (kelas) dan out door melalui berbagai metode belajar yang mengajak siswa untuk lebih aktif, partisipatif, dan belajar secara menyenangkan. Metode belajar kami dibangun berdasarkan Brain Based Learning System (BBLS) atau belajar berdasarkan tata kerja otak manusia. Otak kita memiliki cara kerjanya yang alami. Optimalisasi belajar akan tercapai jika otak dioptimalkan sesuai dengan cara kerjanya. Untuk itu, kami mengajak siswa untuk belajar bagaimana cara belajar (mempelajari), bagaimana cara berpikir, dan bagaimana cara membaca yang efektif dan efisien. Maka kami membelajarkan siswa dengan prinsip-prinsip Quantum teaching and learning (QTL), yang mendorong siswa dan guru untuk belajar dan mengajar dengan nyaman menyenangkan karena siswa difasilitasi sesuai dengan modalitas, gaya belajar, dan kecerdasan alamiahnya (Multiple Intelligence). Optimalisasi modalitas alami ini akan membuat siswa menjadi juara dengan karakteristiknya masing-masing. Konsep dan praksis BBLS membawa guru dan siswa untuk belajar sesuai dengan cara kerja otak. Kegiatan brain gym menjadi salah satu rutinitas yang menyenangkan karena merupakan salah satu cara membawa siswa masuk ke dalam alpha zone yakni gelombang dimana otak siswa siap untuk belajar. Aktivitas belajar in door maupun out door ini didukung oleh teknik mind mapping untuk menulis, mencatat, dan meringkas, serta media dan fasilitas belajar.

Sekolah kami menempatkan siswa sebagai subyek utama dalam proses belajar mengajar. Siswa diajak menjadi pembelajar yang mandiri, aktif, dan kooperatif yang mengetahui untuk apa mereka belajar dan untuk apa ilmu pengetahuan dipelajari (kemampuan reflektif). Dalam proses belajarnya, siswa diajak untuk mengamati, bertanya, mencoba, menalar, mengolah, menganalisa, menyimpulkan, mengapplikasikan, dan menyajikannya dalam bentuk karya dan proyek yang dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan estetis. Sekalipun penting, penguasaan materi bukanlah menjadi tujuan dari proses pembelajaran, melainkan sebagai media untuk mencapai tujuan. Siswa dibimbing untuk membangun pengetahuan dan keterampilannya sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap Pencipta, diri dan lingkungannya (alam dan masyarakat). Melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), siswa dan guru selalu didorong untuk memaknai setiap kegiatan belajar sehingga setiap siswa punya alasan yang kuat untuk belajar.

Pembelajaran out door dilakukan agar siswa dapat mengeksplorasi dan menambah wawasan belajarnya secara langsung dan otentik dari sumber belajar. Siswa akan diajak untuk belajar di lingkungan sekolah, kebun percobaan, sains center, kawasan industri, kunjungan kampus, institusi pemerintahan, museum, atau mengikuti kegiatan karya wisata. Kegiatan out door melatih kemampuan siswa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sumber belajar, berkomunikasi dengan (kelompok) masyarakat dengan karakteristiknya masing-masing, dan menggali informasi dari berbagai sumber secara teamwork atau pun mandiri.

Kami menyelenggarakan kelas matrikulasi bagi siswa kelas X di Semester I untuk menyetarakan kemampuan dan pengetahuan dasar dalam bidang membaca, menulis, berhitung. Setelah program matrikulasi, siswa yang belum tuntas akan dibekali dengan program remedial, sementara siswa yang sudah tuntas akan memperoleh program pengayaan. Di samping itu, kami juga mengadakan program peminatan di kelas X semester I atau II melalui kegiatan tes potensi akademik, minat, dan bakat. Secara khusus, kami mempersiapkan program akselerasi bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Ke depan, kami juga akan memfasilitasi kebutuhan siswa-siswi kelas XII yang akan melanjutkan studinya ke luar negeri melalui layanan program ujian internasional. Singkatnya, pendidikan di SMA kami menitikberatkan aspek proses belajar, tidak hanya pada aspek hasil akhir yang menuntut siswa untuk menguasai (menghafal) materi pelajaran dan lulus ujian.

5,138 total views, 8 views today