Kabar Terbaru SQI

Sekolah Quantum Indonesia adalah sebuah ”learning school”, dimana siswa belajar dari guru, dari staf, dari lingkungan sekolah dan sebaliknya guru dan staf belajar dari siswa dan orang tua/keluarga siswa serta dari masyarakat dan lingkungan sekolah. Seluruh individu dan komponen di sekolah menjadi media  belajar sekaligus menjadi pembelajar.

Sistem pembelajaran di Sekolah Quantum Indonesia  adalah “BRAIN BASED LEARNING SYSTEM. Pembelajaran dengan sistem ini terbukti dapat merangsang keseimbangan dan optimalisasi penggunaan otak kanan dan otak kiri. Sistem pembelajaran konvensional  cenderung hanya menggunakan otak kiri dan mengabaikan otak kanan. Sekolah Quantum Indonesia  mengakomodir kebutuhan ini melalui kurikulum khusus yang kami istilahkan sebagai kurikulum plus.

Kurikulum Plus Sekolah Quantum Indonesia  adalah

  1. Character Building & Living Values (termasuk di dalamnya adalah Keterampilan Berkomunikasi)
  2. Seni Tari dan Musik Tradisional Indonesia
  3. Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang
  4. Olah Raga Dasar Prestasi

BRAIN BASED LEARNING SYSTEM lahir setelah mempelajari pemikiran-pemikiran, hasil penelitian serta aplikasi di lapangan yang dilakukan antara lain oleh para pakar Pendidikan, pakar Neuroscience dan Psychologi maupun pakar Olah Raga dan para Pembaharu Pendidikan.

Beberapa pakar dan inovator yang sangat familiar seperti Buzan, Dewey, Eric Jensen, Erikson, Gardner,  Goleman, Kak & bu Sur, Ken Watanabe,  Ki Hajar Dewantara, Ng  Pak Tee, R.A Kartini, Ratna Megawangi, Stephen Covey, Taufik Bahaudin, Taufik Pasiak, Thomas Lickona, Vygotsky, Roger Sperry, Piaget, dan Montesory. Terakhir adalah Spalding, memperkenalkan teknik khusus menulis yang kemudian diadopsi oleh Sekolah Quantum Indonesia.

Seiring waktu berjalan, Sekolah Quantum Indonesia  bertekad untuk menumbuhkembangkan potensi siswa, guru dan seluruh staf sekolah serta masyarakat sekitar, secara optimal sesuai dengan dinamika perubahan yang dialami siswa maupun lingkungan global.